Sambutan Kepala Sekolah

To all Yahya Christian School’s website visitors.

3R6C7318

It is truly a gift that God had granted us His extraordinary loving-kindness so that the existence of the Yahya Christian School’s website still exists and has progressed quite rapidly and can be updated regularly.

As we know that the role of communication media today is so great and has become a necessity for every institution and company. This website can make the parents, the education office, the board members, and the stakeholders easier in getting the information about school programs, vision and mission, school goals, and other things that we would like to inform. This is very much related to the 21st century trend where fast, actual and open information is needed to the public so that people can access information about various things from our school. In addition, the community can assess and even provide constructive input for progress for our school. Our school alumni can also follow the development and progress of the school wherever they are.

We need to inform you that currently our school is using two types of curriculum. The first one is the National Curriculum or commonly known as the 2013 curriculum, a curriculum that use 3 main learning models : Problem Based Learning, Project Based Learning and Discovery Learning.The second is the Cambridge curriculum which consists of three subjects, namely English, Science and Math. Our hopes in applying these two types of curriculum are that every student can develop their competence optimally, have Christian character and habits of healthy living that can be applied in daily life both in the family, at school and in the community. In addition, our students are expected to be able to communicate their ideas, ideas and works using good, structured, communicative language, both orally and written using both Indonesian and English so that they can be understood by both domestic and international communities.

In connection with the things mentioned above, everyone in Yahya Christian School must be actively involved in efforts to develop this school, including being active in developing their respective competencies which will have a positive influence both for themselves and those around them.

Thank you for your attention and cooperation. God bless you.Selamat datang di jendela informasi Sekolah Dasar Kristen Yahya Bandung

Kepala SD Kristen Yahya,

Supardi



Profil

profiil -sd



Kurikulum

1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.
Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.
2. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan.
Kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu antara lain kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif dengan mempertimbangkan nilai dan moral Pancasila agar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab, toleran dalam keberagaman, mampu hidup dalam masyarakat global, memiliki minat luas dalam kehidupan dan kesiapan untuk bekerja, kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya, dan peduli terhadap lingkungan. Kurikulum harus mampu menjawab tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini dalam proses pembelajaran.

3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.
Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.
4. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum
harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan
kebutuhan pengembangan daerah.
5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional

Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom
dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi
masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, keduanya
harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi.
6. Tuntutan dunia kerja
Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi
peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh
sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik
memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan
kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat
berbasis pengetahuan di mana IPTEK sangat berperan sebagai penggerak utama
perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian
perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan.
Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan
berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni.
8. Agama
Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa
serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat
beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut
mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia.
9. Dinamika perkembangan global
Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.
10. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam mengembangkan kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.
11. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.
12. Kesetaraan Gender
Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender.
13. Karakteristik satuan pendidikan
Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan.



Program

A. Pembiasaan Temporer
1. Setiap hari Senin dan hari besar nasional : Upacara Bendera
2. Setiap awal tahun pelajaran, awal tengah semester, akhir semester, PTS/PAS/PAT, akhir tahun pelajaran (Kebaktian bersama di gereja)
3. Setiap Selasa-Jumat (Renungan dan doa pagi terpusat) Pk. 07.00-07.15
4. Setiap hari besar agama (Kebaktian dan Perayaan Natal dan Paskah)
5. Turut memperingati hari besar PBB “The World Indigenous People Day”. “The World Food Day”, “The Human Rigth Day”.
B. Pembiasaan sehari-hari :
1. 5 S ( Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun ) kepada guru,orang lain dan teman.
2. Budaya antri.
3. Tertib waktu.
4. GPS ( Gerakan Pungut Sampah ).
5. Membuang & memilah sampah pada tempatnya.
6. Mencuci tangan dengan sabun ( CTPS )
7. Menyiram dengan air yang cukup setelah menggunakan WC.
8. Turut merawat tanaman.
9. Meminta maaf jika bersalah.
10. Turut menjaga keamanan, ketertiban di kelas dan lingkungan sekolah.
11. Berkata dengan jujur.
12. Tidak menyela pembicaraan orang lain.
13. Selalu membawa perlengkapan belajar dengan lengkap.
14. Mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh guru.
15. Meminta izin kepada guru yang sedang mengajar jika perlu ke luar kelas secara bergantian.
16. Menggunakan listrik dan air secukupnya (hemat energi)
17. Meletakkan barang ke tempat semula setelah menggunakannya dan mengembalikan alat-alat makan ke tempat yang sudah disediakan setelah menggunakannya.



Agenda


Guru & Staf